Monday, March 31, 2003

Technology Life Cycle

Sebuah produk teknologi terkadang memiliki "life cycle" yang lebih pendek, produk yang sebelumnya dianggap canggih dan eksklusif menjadi begitu basi karena munculnya produk dan teknologi yang lebih baru, dan itu hanya berjalan rata-rata kurang dari satu semester, lihat saja yang terjadi pada komputer PC, Ponsel dan PDA, semuanya berjalan begitu cepat, bahkan ketika kita baru keluar dari sebuah toko setelah membeli produk baru ada produk lain dengan teknologi yang lebih baru muncul dipasaran.

Namun celakanya terkadang perkembangan hardware atau device baru selalu lebih cepat dari perkembangan infrastruktur yang ada sehingga penggunaan dari produk itu menjadi tidak optimal. Kita lihat saja perkembangan ponsel saat ini, sudah sejak lama para produsen ponsel membuat perangkat yang dapat mengakses data dengan sebuah ponsel seperti WAP, mengakses internet, MMS, EMS, Bluetooth, GPRS, EDGE, WCDMA namun dalam kenyataanya baru negara Jepang-lah yang meng-implementasikan teknologi ponsel 3G ini. Dan baru-baru ini beberapa operator ponsel di Indonesia menyediakan fasilitas GPRS dan MMS namun itupun hanya dibeberapa kota besar saja.

Lihat juga perkembangan PDA atau PocketPC saat ini, fasilitas yang terdapat dalam sebuah komputer genggam yang berukuran tidak lebih dari telapak tangan orang dewasa, begitu sangat menggoda, fasilitas Wi-Fi dan GPRS yang memungkinkan kita dapat mengakses data layaknya sebuah desktop PC dapat memenuhi kehausan mereka yang memiliki mobilitas tinggi, namun itu tadi, infrastruktur di negara kita tidaklah sama dengan infrastrukutur yang terdapat di negara tetangga seperti Singapura, Korea dan Malaysia misalnya. Jangankan teknologi wireless, kwalitas koneksi Internet yang sudah lama ada dinegara kita saja masih belum mampu menyaingi kwalitas koneksi yang ada dinegara-negara tetangga.

Lebih celaka lagi masyarakat kita terkadang terlalu konsumtif, sehingga ketika ada produk baru yang muncul mereka langsung membeli tanpa melihat kebutuhan sesungguhnya dan tidak dapat mengoptimalkan fasilitasnya. Apakah kita benar-benar memerlukan ponsel layar warna hanya untuk ngobrol atau kirim SMS?, apakah kita benar-benar memerlukan PDA atau PocketPC ber-Wi-Fi dan ber-GPRS hanya sekedar mengatur jadwal kegiatan atau menyimpan nomor telepon saja?, Sungguh suatu penghamburan bagi mereka yang memiliki teknologi baru yang mahal namun tidak dapat menggunakannya secara optimal.[Q]

NB : Jika memang Infrastrukturnya sudah tersedia secara merata, lebih tepat kiranya jika ponsel berkamera atau PDA berkamera digunakan untuk Polisi atau Wartawan yang bisa mengirimkan gambar dan berita secara langsung dari tempat kejadian dengan menggunakan fasilitas MMS dan EMS lewat jalur GPRS.