Wednesday, August 08, 2007

Push E-Mail dan Blackberry Jadi-jadian

Ketika E-mail telah menjadi bagian dari sekelumit kehidupan manusia, dan komunikasi telah menjadi suatu yang begitu penting untuk sebuah pengambilan keputusan bagi seorang  'decision maker'. Keberadaan push e-mail seakan menjadi dewa penolong bagi mereka yang selalu dihadapkan pada situasi time-critical.

'Memang apa sih kelebihan Push e-mail?', 'apa bedanya dengan e-mail yang kita kenal saat ini?' , 'apakah Push e-mail itu gratis?'. Mungkin sebagian dari kita banyak yang bertanya dengan pertanyaan serupa, karena memang sepertinya istilah ini baru kita dengar.

Push e-mail adalah sebuah kemampuan dimana e-mail itu akan di-push (didorong) kp berangkat yang kita pakai entah itu Smartphone, PDA, PocketPC ataupun perangkat khhusus yang memang diperuntukkan untuk itu. Sehingga untuk dapat mebaca e-mail kita tidak harus membuka atau mengunduh (baca:download) isi mailbox kita terlebih dahulu, karena e-mail tersebut akan langsung 'nyelonong' kehadapan kita layaknya SMS.

Research In Motion (RIM) adalah salah satu perusahaan yang menawarkan layanan Push E-mail tersebut melalui produknya yang bernama Blackberry, dipaket bersama perangkat yang awalnya ditujukan untuk perusahaan, Blackberry telah menjadi sebuah corporate device yang begitu populer di negara asalnya Canada. Namun belakangan perusahaan yang menyemaikan 'buah berry hitam' ini telah menebarkan bibitnya ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Bekerja sama dengan Indosat dan Excelcomindo operator seluler di Indonesia, RIM berusaha menawarkan layanan Push E-mail tadi sehingga pelanggan perorangan dari kedua operator tersebut dapat menikamti layanan ini.

Sayangnya, untuk dapat menikamati manisnya
buah berry ini tentu tidaklah gratis, pelanggan akan dikenakan sejumlah biaya perbulan (abodemen) dengan quota data tertentu yang disesuaikan dengan paket pilihan yang ditawarkan. Bagi saya ini bukanlah suatu yang murah sekalipun jika saya mengambil paket termurah sekalipun dengan harga Rp. 200ribu dengan quota 150MB per bulan.

Namun belakangan saya tergelitik untuk bisa menikmati layanan ini dan mencoba mengoptimalkan perangkat tua saya yang selama ini saya gunakan sebagai 'pintu gerbang' ke dunia cyber. Palm Tungsten W.

TungstenW tua saya yang memang sudah lama saya jejali dengan aplikasi SnapperMail, sebuah e-mail client berbsi PalmOS. Fitur pada SnapperMail yang tersimpan di menu Options dan Preference telah membolehkan saya untuk memeriksa mailbox secara otomatis setiap 5 menit,sehingga fungsi Tungsten W saya telah berubah layaknya perangkat Blackberry yang selalu memberikan notifikasi setiapkali mailbox saya telah menerima e-mail dan e-mailpun siap dibaca.

Kini, dengan biaya GPRS eceran seharga kurang lebih Rp.40ribu/bulan saya bisa menikamti layanan Push e-mail melalui Palm tua saya sehingga kini saya menyebut Palm Tungsten W ini sebagai perangkat 'Blackberry jadi-jadian'.[Q]

Subang, 08 Agustus 2007
Dikirim dari Blackberry jadi-jadian dengan akses Mentari GPRS yang tiba-tiba bernafas kembali.